Amazing Gags

LightBlog

Breaking

LightBlog

Wednesday, February 10, 2016

Pacaran atau Menikah ?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya pacaran. Istilah yang tentu saja sudah tidak asing lagi terutama dikalangan para remaja. Lalu apa sih pacaran itu?

Istilah pacaran tidak terlepas dari kata cinta. Bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Cinta itu sendiri merupakan hal yang fitrah bagi setiap manusia. Mengenai definisi cinta Imam Ibnu Qayyim mengatakan :

"Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas dari pada kata cinta itu sendiri. Membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa di lukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri".

Kemudian ada beberapa gejala yang bisa dikatakan seseorang sedang jatuh cinta :

  1. Kecenderungan hati yang terus-menerus kepada orang yang
    dicintai
  2. Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang di cintai
  3. Lebih mengutamakan orang yang dicintai dari pada siapapun bahkan diri sendiri
  4. Hati senantiasa memikirkan orang yang dicintai sementara mulut senantiasa menyebut-nyebut namanya

Kemudian mengenai istilah pacaran, banyak orang mendefinisikannya berbeda satu dengan yang lain. Ada yang mengatakan bahwa pacaran adalah jembatan bagi seseorang yang akan menjalani sebuah hubungan pernikahan. Mereka beranggapan dengan pacaran mereka belajar untuk dapat saling mengerti dan memahami serta dapat menerima segala kelebihan dan juga kekurangan satu sama lain saat mereka sudah menikah nanti. Selain itu, ada juga yang melakukan kegiatan pacaran hanya untuk sekedar kesenangan. Kata mereka sih, sayang sekali kalau waktu masa muda hanya dihabiskan sendirian tanpa kekasih.

Lalu, apa sih arti sebenarnya pacaran ? Dan apa maksud serta tujuan dari aktivitas tersebut ?
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran artinya berpacaran (anak kecil juga tau). Sedangkan arti kata pacar yaitu teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih (kekasih). 

Kalau definisi pacaran menurut Penulis sendiri (diambil dari pengalaman pribadi), pacaran merupakan aktivitas menjalin hubungan antara dua orang yang berbeda jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) berdasarkan perasaan saling suka dan saling mencintai diluar hubungan pernikahan.

Dari semua definisi yang dijabarkan di atas, Penulis menyimpulkan bahwa pacaran itu :
  1. Sebuah hubungan yang terjalin antara dua orang laki-laki dan perempuan
  2. Didasari rasa saling suka dan saling cinta
  3. Sebagai wujud pengaplikasian perasaan cinta 
  4. Sekedar kesenangan mengisi masa muda
  5. Sebagai hubungan pra pernikahan dengan kata lain ingin mengenal lebih dekat satu sama lain
Setelah mengetahui sedikit tentang pacaran, saatnya masuk ke topik utama yaitu tentang memilih untuk pacaran atau menikah saja. 

Pada masa sekarang ini, Penulis melihat setidaknya ada dua perbedaan pandangan para generasi muda dalam menyikapi yang namanya kegiatan pacaran. 
  • Pertama, mereka yang menganggap pacaran itu boleh dan sah-sah saja untuk dilakukan
Bagi mereka yang punya pandangan seperti ini, pacaran adalah hal yang lumrah. Hal yang biasa dalam kehidupan anak muda jaman sekarang, boleh dan sah-sah saja selama tidak mengacu kepada hal-hal yang bersifat negatif. Seperti (maaf) seks bebas, narkoba, dan hal negatif lainnya. Bahkan, bagi mereka dengan pacaran menjadikan mereka lebih terbuka satu sama lain sehingga belajar saling menerima apa adanya yang dimiliki oleh pasangan agar tidak salah dalam memilih serta menyesal pada akhirnya.
  • Kedua, mereka yang memvonis pacaran itu tidak boleh karena hukumnya haram dalam Islam
Dalam hal ini Penulis setuju sekali walaupun bukan berarti Penulis tidak pernah pacaran. Hanya saja di sini Penulis ingin mengingatkan kepada pembaca sekalian, agar tidak mengalami penyesalan di kemudian hari.

Islam tidak mengenal istilah pacaran. Islam juga menyatakan bahwa pacaran bukan jalan yang diridhai oleh Allah. Karena banyak mengandung kemudharatan di dalamnya. Penulis pernah membaca sebuah artikel di internet tentang pacaran yang bersumber dari perkataan seorang Ulama. Berikut ini sebagian kalimat yang Penulis garis bawahi :

"Soal pacaran, dalam Islam tidak ada dalil yang mengharamkannya. Tapi yang diharamkan itu adalah memandang lawan jenis yang bukan muhrim dengan syahwat, berbicara dengan lawan jenis yang bukan muhrim diluar kepentingan syar'i, berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, dan menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim. Kalau pacaran bisa menghindari perbuatan-perbuatan tersebut tentu diperbolehkan."  

Nah, kalimat-kalimat di atas sudah lebih dari cukup sebagai bukti/dalil pengharaman aktivitas pacaran. Kenapa ? Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, saling berkirim pesan (biasanya mengumbar kemesraan) baik itu tertulis ataupun melalui sms. Dan lagi tidak sedikit muda-mudi yang suka berdua-duaan dan bermesra-mesraan layaknya pasangan suami isteri. Hal ini jelas sekali bertentangan dengan aturan agama yang melarang seseorang berduaan bersama lawan jenis yang bukan muhrimnya. Yang lebih dikhawatirkan lagi akan terjadinya perzinahan. Tidak jarang pada masa sekarang ini kita mendengar perempuan muda yang kehilangan mahkotanya sebelum menikah. Dan saat itu terjadi pihak perempuan adalah yang paling dirugikan. Masih untung kalau pelaku bersedia bertanggung jawab, kalau tidak ? Bukan hanya diri sendiri yang menanggung rasa malu, orang tua akan lebih dipermalukan karena dianggap telah gagal dalam menjaga dan mendidik anaknya. 

Oleh karena itu, pentingnya penanaman akhlak dan moral oleh orang tua sejak dini dalam diri anaknya guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan di kemudian hari. Yang mana hal ini tidak hanya menyangkut elemen keluarga saja, tapi instansi pendidikan dan lingkungan pergaulan yang harus terkontrol dengan baik. 

Sejauh ini bagaimana pendapat Anda tentang dua pilihan ini, pilih pacaran atau menikah saja ?

Pacaran atau menikah keduanya sama-sama punya konsekuensi masing-masing yang berbeda. Maksudnya, kalau Anda menginginkan pacaran memang tidak ada yang melarang Anda. Tapi ingat pacaran itu mendekatkan Anda kepada perzinahan. Yang berarti Anda telah melakukan pelanggaran terhadap norma agama. Dan Anda tau sendiri akibatnya apa.

Sedangkan pernikahan tentu sangat dianjurkan dalam Islam. Pernikahan merupakan solusi yang paling baik untuk mengaplikasikan rasa cinta. Selain itu, pernikahan adalah sebuah ibadah yang besar nilainya di sisi Allah. Namun sebuah pernikahan tidaklah semudah berpacaran yang hanya tinggal bicara "Maukah Kau Jadi Pacarku ?" Jika diterima jadian dan kalau ditolak galau (kebanyakan). Menikah itu berarti mengikat sebuah hubungan dengan perjanjian di antara kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan). Menikah juga berarti bersedia memikul tanggung jawab baru. Tanggung jawab yang sangat besar dan sebuah medan ujian bagaimana caranya membina hubungan yang baik, harmonis, langgeng, dalam sebuah keluarga. Untuk itu, dalam pernikahan tidak hanya dituntut siap secara materi, tapi lebih ditekankan kepada kesiapan mental dan jiwa yang matang.

Pada akhirnya segala keputusan kembali kepada masing-masing individu. Hidup memang sebuah pilihan. Saran dari Penulis menikahlah apabila Anda merasa sudah siap secara mental, ilmu, dan spiritual. Tidak perlu menunggu kaya dulu, sukses dulu, harus punya rumah dulu, punya ini dan itu. Karena hidup adalah sebuah proses dan menjalani proses kehidupan ditemani seseorang yang menjadi pasangan hidup adalah satu kenikmatan yang luar biasa. Percayalah !

Sedangkan bagi Anda yang belum siap untuk menikah persiapkanlah diri dengan kesungguhan dan niat hati. Berusaha bekerja keras dan disertai doa. Juga perdalam ilmu, terutama ilmu agama untuk membina mental dan akhlak.

Sekian dari Penulis, terimakasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

2 comments:

  1. kalo pendpat sy pacaran itu perlu selagi arahnya positif, sebagai sarana utk saling mengenal, saling belajar mengatasi masalah bersama, saling memahami dan mencari solusi kekurangan masing2 sampai siap menuju jenjang pernikahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua orang boleh mberikan pendapatnya masing2 gan :D beda pndapat mah sdh lumrah

      Delete

Terimakasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.

Adbox